Bahayanya Gigi Berlubang yang Tidak Segera Dilakukan Perawatan

Halo semuanya, selamat datang di blog website Palapa Dentists!

Semoga sahabat Palapa Dentists selalu diberi kesehatan yaa. Mimin kali ini mau membahas tentang bahaya gigi yang berlubang jika tidak segera dilakukan perawatan. Hayo.. disini siapa saja yang suka membiarkan gigi berlubang dan tidak segera ke dokter gigi? Semoga sahabat Palapa Dentist tidak ya! Karena ternyata hal tersebut sangat berbahaya, bahkan jika dibiarkan terlalu lama dapat mengancam nyawa. Yuk mari kita bahas lebih lanjut di paragraf berikut.

Gigi memiliki struktur enamel (bagian terluar), dentin, dan pulpa (bagian terdalam). Ketika gigi berlubang mencapai pulpa, toksin dari bakteri akan menjalar masuk dan menyebabkan matinya jaringan pulpa. Jaringan pulpa dengan toksin bakteri ini menjadi infeksius, lalu infeksi dapat menjalar hingga masuk ke dalam tulang sekitar gigi. Tidak hanya itu, toksin bakteri dapat menghasilkan produk berupa pus atau yang biasa disebut nanah, yang jika didiamkan dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar gusi pada gigi yang berlubang.

Burhenne M. What is a tooth abscess [Internet]. askthedentist.com. 2020 [cited 23 September 2021]. Available from: https://askthedentist.com/tooth-abscess/

Ketika pasien datang dengan kondisi membengkak di sekitar gusi, dokter gigi akan segera menangani dengan mengeluarkan cairan pus penyebab pembengkakan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan perawatan saluran akar (PSA). Namun, ketika pasien membiarkan kondisi pembengkakan di sekitar gusi tersebut dan tidak segera dilakukan perawatan, cairan pus dapat menjalar hingga ke jaringan lunak sekitar, seperti pipi hingga leher. Lain hal jika cairan pus terjebak di dalam tulang, keadaan ini dapat menginisiasi munculnya kista.

angina ludwig

mustofa d. angina ludwig… salah satu penyebab kegawatan jalan nafas | dr.Syazili Mustofa, M.Biomed [Internet]. Staff.unila.ac.id. 2021 [cited 23 September 2021]. Available from: http://staff.unila.ac.id/syazilimustofa/2013/01/30/13/

Pembengkakan pada jaringan lunak sekitar dapat menyebabkan asimetri pada wajah, trismus (kondisi susah membuka mulut), inflamasi pada nodus limfatik, bakteremia, dan septicemia (biasanya ditandai dengan gejala klinis demam tinggi). Lebih parahnya lagi, jika pembengkakan hingga meliputi leher (Ludwig’s Anginga), jalur pernapasan pasien dapat terhambat. Wah, serem ya sahabat bila kita tidak segera melakukan perawatan pada gigi berlubang. Yuk, jaga kesehatan gigi dan mulut kita agar terhindar dari penyakit di atas. Semoga bermanfaat, stay healthy!

Penulis: Karina Widya Aisya, S.K.G

Sumber:

  1. Hupp J. Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery. 7th ed. Elsevier; 2019.

Leave your thought